Casa Andara Residence

Pages

The Best Deal Property in The South City

Perumahan Premium Terbaik di Kawasan CBD TB Simatupang, Selangkah ke Pintu Tol Andara, Stasiun MRT Fatmawati & CITOS.

Casa Andara

Rumah 1 Lantai

Rumah 1 Lantai ber-type 45/78. Dengan 2 Kamar Tidur, 1 Kamar Mandi, dan 1 Carport

Casa Andara

Rumah 2 Lantai

Rumah 2 Lantai ber-type 72/78. Dengan 3 Kamar Tidur, 2 Kamar Mandi, dan Carport 2 Mobil

TAHAP II mulai DIPASARKAN

Booking Unit Secepatnya!!! Jangan Sampai Harga Naik, Apalagi Sampai Kehabisan

SEGERA BOOKING
Pasti, Anda TIDAK mau kehabisan UNIT ini.

Lokasi Strategis

Lokasi Sangat Strategis Selangkah Menuju Fasilitas Berikut :

MRT Fatmawati

Direction

Pintu Tol Andara

Direction

UPN Veteran Pondok Labu

Direction

Cilandak Town Square

Direction

RS Fatmawati

Direction

CBD Simatupang

Direction
 

Rumah 1 Lantai

Rumah Keren 1 Lantai.

Rumah 2 Lantai

Rumah Cantik 2 Lantai.

Mulai Rp 928 Juta Mulai Rp 1,048M
Fasilitas
Luas Tanah 78 m2 78 m2
Luas Bangunan 45 m2 72 m2
Kamar Tidur 2 3
Kamar Mandi 1 2
Carport 1 Mobil 2 Mobil

Hubungi Kami

Sekarang Juga

Budi

Budi Satria

Property Consultant

Ziyad

Ziyad

Property Consultant

Fasilitas Terdekat Casa Andara

Fasilitas Terdekat Casa Andara




Pintu Tol Andara (Tol Desari)


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah


Stasiun MRT Fatmawati


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah



UPN Veteran Pondok Labu


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah



RS Fatmawati


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah


CBD Simatupang


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah


Cilandak Town Square (CITOS)


Klik Gambar untuk Petunjuk Arah



Casa Andara Type 72/78

Casa Andara Type 72/78 (Rumah 2 Lantai)


Fasade Type 72/78
Fasade Casa Andara Type 72/78



Tampak Belakang Casa Andara Type 72/78
Tampak Belakang Casa Andara Type 72/78

Potongan Tampak Depan Casa Andara Type 72/78



Denah Casa Andara Type 72/78
Denah Casa Andara Type 72/78


Casa Andara Type 45/78

Casa Andara Type 45/78 dengan Mezaninne


Fasade Casa Andara Type 45/78
Fasade Casa Andara Type 45/78

Denah Casa Andara Type 45/78
Denah Casa Andara Type 45/78 (dengan Mezaninne)

Tampak Samping Casa Andara Type 45/78
Tampak Samping Casa Andara Type 45/78

Tampak Belakang Casa Andara Type 45/78



Harga Properti di Sekitar Stasiun MRT Jakarta Akan Naik 20 Persen

Rumah Dekat Stasiun MRT - Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah beroperasi. Kehadiran moda transportasi baru tersebut ternyata mendongkrak harga sewa bangunan untuk toko atau retail di sekitar jalur MRT Jakarta.

Lembaga konsultan properti Jones Lang LasSalle (JLL) menyebutkan harga sewa properti untuk kebutuhan retail naik 20 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh adanya MRT.

Rumah Dekat Stasiun MRT
Rumah Dekat Stasiun MRT


Head of Retail JLL, Cecilia Santoso mengatakan kenaikan terjadi di daerah sekitar stasiun MRT.

“Jadi dengan adanya MRT kalau kita banyak melihat kalau ada toko-toko retail itu yang buka di area stasiun MRT atau di dearah mal yang dekat dengan stasiun MRT,” kata dia di kantornya, Jumat (12/4/2019).

Pada mulanya, banyak yang masih sceptical atau ragu dengan adanya MRT Jakarta tersebut. Namun keraguan tersebut disebutkan hilang setelah suksesnya uji coba yang dilakukan beberapa waktu lalu. Bahkan banyak pihak yang mulai tertarik.

“Nah kemarin setelah adanya tes MRT Jakarta itu toko-toko yang memang ada di stasiun tersebut itu banyak ditanyakan oleh publik, misal ini bolehkah ini buat F&B, apakah hanya untuk fashion? Berbagai macam pertanyaan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, untuk harganya sendiri properti untuk retail di seputaran MRT tidak terjadi negosiasi. “Dan pada saat memang kita kuat untuk harganya, mereka ya oke. Maksudnya gak ada pertanyaan bisa lebih murah enggak? (menawar),” ujarnya.

Rumah Dekat Stasiun MRT
Rumah Dekat Stasiun MRT


Selain itu, dengan adanya MRT juga dipastikan akan muncul kawasan terintegrasi dengan moda transportasi masal atau transit oriented development (TOD).

“TOD biasanya itu akan mempunyai hub ya akan ada apartemen biasanya akan ada sedikit retail atau mungkin office building. Nah atau mungkin ada lainnya yang terkait disitu. Itu sudah pasti akan meningkatkan nilai jual dari properti yang berkaitan disitu, tingkat kenaikannya kurang lebih 20 persen di dalam stasiun MRT nya sendiri atau di dalam mal yang berdekatan dengan stasiun MRT.” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pada kuartal sebelumnya atau sebelum adanya MRT Jakarta, harga sewa dan jual properti cenderung datar.

“Kuartal sebelumnya masih flat masih standar. Kalau sekarang ini terlihat jelas dengan adanya MRT ini akan bener – bener signifiian kenaikannya,” tutupnya.

Sebelumnya, impian Indonesia lebih dari 30 tahun lalu untuk memiliki sarana transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) kini telah terwujud. Gagasan membangun transportasi MRT di Jakarta sebenarnya sudah ada sejak 1985, namun baru pada 10 Oktober 2013 akhirnya dilakukan groundbreaking pembangunan konstruksi MRT Jakarta Fase I.

Rumah Dekat Stasiun MRT
Rumah Dekat Stasiun MRT


MRT Jakarta Fase I dengan rute Lebak Bulus menuju Bunderan HI dan sebaliknya memiliki jalur sepanjang 16 kilometer meliputi 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah serta 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. MRT Jakarta Fase I ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sekaligus melakukan groundbreaking MRT Jakarta Fase II sepanjang 8,3 km dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan/Ancol pada 24 Maret 2019 kemarin.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, menjelaskan bahwa sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (2/4/2019).

Rumah Dekat Stasiun MRT
Rumah Dekat Stasiun MRT


Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT ini juga terlihat dari Rumah.com Property Index (RPI). Data RPI ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.

Menurut Marine, Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 122 poin, naik 4 persen dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year-on-year).

Jika dibandingkan dengan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah sebesar 149 poin, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan rata-rata indeks harga per kuartal di Jakarta Selatan 2018 ini, bersama Jakarta Timur adalah yang tertinggi di seluruh wilayah DKI Jakarta. Jakarta Pusat dan Jakarta Barat mencatat kenaikan sebesar 4%, sementara Jakarta Utara yang terendah, sebesar 2 persen. (y-o-y).

Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan sebagai akibat pembangunan MRT Jakarta Fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama. Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4 persen - Liputan6

Untung Rugi Punya Rumah Dekat Gerbang Tol

Untung Rugi Punya Rumah Dekat Pintu Tol - Di mana ada kelebihan, di situ ada kekurangan. Hal ini pula yang terdapat pada rumah atau perumahan yang berlokasi di dekat gerbang tol. Sekilas, rumah ini akan memberi banyak keuntungan karena lokasinya yang strategis. Terlebih, kebanyakan jalan tol saat ini sudah saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya. Namun di balik semua itu, rumah seperti ini juga memiliki kekurangan. Apa saja itu?

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan rumah yang berlokasi di dekat gerbang tol. Dimulai dari kelebihannya. Baca: Apa Hubungannya Ngupil dan Bronkitis? Ini Penjelasan Ahli

Kecil kemungkinan terkena macet
Jika berada dekat gerbang tol, penghuni tak perlu merasakan macet di jalan umum. Mobil bisa langsung masuk tol tanpa berebut lajur dengan kendaraan lain seperti bus kota, atau kendaraan roda dua. Waktu di perjalanan pun bisa semakin singkat karena tidak banyak jalan umum yang mesti dilewati.

Bolak-balik kantor lebih cepat
Biasanya, kita mencari rumah yang dekat dengan tempat kerja atau usaha. Dengan harapan, waktu perjalanan bolak-balik dari tempat kerja ke rumah lebih cepat. Nah, dengan berada di dekat gerbang tol, meskipun rumah dan kantor jaraknya cukup jauh, namun perjalanan akan menjadi lebih cepat karena tidak perlu lewat jalan umum yang lebih banyak macet ketimbang lancarnya.

Pintu Tol Andara
Pintu Tol Andara


Harga jual kembali tinggi
Karena memiliki banyak kelebihan, rumah yang berada di dekat gerbang tol umumnya memiliki harga jual kembali yang tinggi. Ini membuat rumah cocok dijadikan investasi jangka panjang. Kawasan yang sangat mungkin akan berkembang karena memiliki akses tol juga makin meningkatkan harga jual rumah.

Harganya mahal
Sudah dijelaskan sebelumnya, karena kelebihan yang dimilikinya, harga jual rumah yang berada di dekat gerbang tol akan sangat tinggi. Ini mungkin menguntungkan bagi penjual, namun tidak untuk pembeli. Maka itu, Anda perlu menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk bisa membeli rumah di dekat gerbang tol.

Harus memutar atau kena macet
Karena yang dijagokan adalah akses langsung ke tol, maka akses lain kurang begitu diperhatikan. Kondisi ini akan membuat penghuni perlu memutar lewat tol jika ingin menghindari macet untuk ke tempat lain yang sebenarnya tidak begitu jauh dari rumah. Kalaupun memaksa untuk melintasi jalan umum yang memang lebih dekat, penghuni bisa terjebak kemacetan.

Tol juga bisa macet
Memang dengan memiliki rumah di dekat gerbang tol, penghuni beserta kendaraannya bisa terhindar dari macet di jalanan umum. Namun, bagaimana jika tol juga kondisinya macet? Tentu ini akan menghilangkan kelebihan utama yang dimiliki rumah. Terlebih, saat ini banyak jalan tol di wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang dan Depok yang macet saat jam sibuk. Maka itu, survei lokasi dan kondisi lalu lintas tol di sekitar rumah sebelum membelinya. (Rumah Dekat Pintu Tol)

Hunian Dekat dengan MRT Diminati Masyarakat

Hunian Dekat dengan MRT Diminati Masyarakat -  Tingkat penjualan hunian khususnya kondominium masih belum ada pertumbuhan berarti. Lembaga konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat tingkat penjualan kondominium di kuartal III-2018 masih sama yakni 63%.

Menurut Head of Research JLL, James Taylor ada beberapa hal yang membuat pembeli menahan diri. Seperti menjelang pemilu, gejolak rupiah, biaya pinjaman yang semakin mahal.

"Tapi penjualan masih positif untuk penjualan kondominium berukuran kecil dan murah," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Hunian Dekat dengan MRT Diminati Masyarakat
Hunian Dekat dengan MRT Diminati Masyarakat

LL, mencatat pada kuartal III-2018 penjualan yang paling banyak memang untuk hunian kondominium yang murah. Selain itu masyarakat lebih banyak memilih kondominium yang dekat dengan MRT dan LRT seperti TOD.

Pada kuartal III tahun ini memang ada tambahan suplay kondominium dari LRT City sebanyak 1.087 unit dengan harga yang murah. Lalu ada juga tambahan apartemen sebanyak 189 unit untuk kelas menengah. Dari suplay baru itu yang sudah terjual sekitar 1.000 unit.

"Sementara untuk harga masih flat," tambahnya.

Head of Advisory JLL Vivin Harsanto, menambahkan kebanyakan dari pembeli di tahun ini adalah konsumen yang belum mempunyai rumah. Sementara untuk konsumen yang berniat untuk investasi masih menahan diri.

"Kalau residensial kalau sifatnya end user harusnya stabil. Tapi kalau sifatnya untuk investasi itu tentunya juga akan terpengaruh ada wait and see," tambahnya. (Rumah Dekat MRT)

Ternyata Ini Alasan CBD di Sepanjang TB Simatupang Makin Diminati

Ternyata Ini Alasan CBD di Sepanjang TB Simatupang Makin Diminati - Perkembangan gedung perkantoran Jakarta tidak hanya terjadi di kawasan Sudirman, Thamrin, dan Kuningan yang dikenal sebagai kawasan segitiga emas.

Koridor TB Simatupang juga telah lama menjadi area berkantornya perusahaan-perusahaan raksasa yang bergerak di sektor minyak, gas, dan pertambangan. Menurut Head of Research JLL Indonesia James Taylor, suplai kantor di kawasan segitiga emas memang banyak, tetapi ada juga perusahaan yang tidak ingin berkantor di pusat ibu kota ini karena beberapa alasan.

“Kadang ada juga perusahaan yang tidak mau di sana dan memilih lokasi lain, misalnya di TB Simatupang. Keuntungan yang didapat antara lain kualitas bangunannya tidak kalah bagus,” ujar James dalam pemaparannya di Jakarta, Rabu (13/2/2019).


Ternyata Ini Alasan CBD di Sepanjang TB Simatupang Makin Diminati
Ternyata Ini Alasan CBD di Sepanjang TB Simatupang Makin Diminati

Pasar Keuntungan lain yang diperoleh yaitu perusahaan itu tidak akan terkendala kemacetan lalu lintas yang lebih sering terjadi di pusat kota.

Selain itu, saat ini akses transportasi di sekitar TB Simatupang semakin bagus dengan akan selesainya proyek mass rapid transit (MRT), selain jalan tol yang sebelumnya sudah ada.

“Faktor-faktor itulah yang membuat TB Simatupang jadi pilihan bagus buat perusahaan,” ucap James.

Mengacu pada survei yang dilakukan JLL, tingkat okupansi dan penyewaan ruang perkantoran khusus di kawasan TB Simatupang pada kuartal IV-2018 sebesar 76 persen. Untuk kawasan lain, di Jakarta Barat 75 persen, Jakarta Timur 92 persen, Jakarta Utara 60 persen, Jakarta Selatan 80 persen, dan Jakarta Pusat 90 persen.

Adapun suplai perkantoran di kawasan non-CBD yang laku disewa pada kuartal IV-2018 seluas 16.000 meter persegi.

Sedangkan secara keseluruhan pada tahun 2018, luas ruang kantor yang berhasil diserap yakni 73.000 meter persegi. Jumlah total ini mengalami penurunan dari tahun 2017 seluas antara 100.000 sampai 125.000 meter persegi. (Rumah Dekat CBD TB Simatupang)